Kontribusi pada Open Source ? Let’s Do It !

Saya jadi tersenyum membaca salah satu komentar terkait dengan berita di Detikinet : “Konsisten Garap Open Source, LIPI Rilis IGN 2009″.

detikinet-open-source

Pertama soal sikap under estimate pada upaya menyusun distro, karena itu dianggap sebagai sekedar meracik bumbu, tidak membuat dari scratch.

Sebenarnya masalahnya dimana ? Mengapa menyusun distro dari berbagai aplikasi yang sudah ada dianggap kurang gengsi ?  Bukankah hanya akan menghabiskan sumber daya jika seandainya semua software dibuat dari awal hanya karena software tersebut bukan buatan Indonesia ? Apa salahnya membundel Firefox, Zimbra, Thunderbird, OpenOffice dan lain-lain? Apa jadi kurang gengsi ?

Menyusun distro agar lebih mudah digunakan dan lebih terintegrasi memang tidak sekompleks membuat distro dari awal tapi itu merupakan upaya yang baik. Meski saya pengguna distro Linux openSUSE, saya menghargai upaya yang dilakukan teman-teman Blankon, IGN (IGOS Nusantara) dan hasil remastering lokal lainnya. Mereka sudah berupaya agar software dan distro Linux jauh lebih mudah digunakan.

Sekarang ini apa-apa serba versi 2.0. Jangan menunggu, langsung saja berkontribusi. Jangan menunggu orang lain membuat software khusus tertentu. Mengapa ? Karena ada banyak software khusus yang tak mungkin ditangani satu atau beberapa orang.

Jangan sekedar komplain, “Linux nggak user friendly, hardware ini nggak terdeteksi” tanpa usaha apa-apa. Saya tidak bermaksud menyatakan agar setiap orang menjadi developer. Kalau kita tidak bisa kontribusi pada sisi pengembangan aplikasi, kita bisa kok berkontribusi melaporkan masalah yang terjadi saat kita pakai. Laporan ini bisa menjadi ide perbaikan untuk versi saat ini maupun versi berikutnya.

Yang kedua, soal kebutuhan sosialisasi, manual book, tutorial, dokumentasi, itu semua juga bisa menjadi bagian dari kontribusi kita. Kalau kita tidak bisa buat tutorial, tak ada salahnya menulis artikel tentang cara-cara kita menggunakan suatu aplikasi open source, meski itu terlihat newbie sekalipun. Kalau menulis bukan bagian dari kemampuan kita, kita bisa membantu acara-aara sosialisasi.

Ada banyak cara berkontribusi pada open source, mulai dari menjadi developer, melaporkan masalah (bug report), menjadi beta tester, membuat flyer, membuat tutorial, memberikan informasi, menyediakan link download, menyebar luaskan event, atau malah menjadi donatur agar kegiatan-kegiatan open source bisa lebih sering diadakan dan pengembangannya bisa dilakukan secara lebih intensif.

Jangan menunggu orang lain berbuat, nanti malah jengkel, kecewa dan kelamaan menunggu. Kalau kita bisa membantu, meski itu dalam bentuk yang sangat kecil, silakan bantu. Kita toh tidak perlu kaya raya untuk bisa bersedekah dan berbagi, demikian halnya dengan kontribusi open source, kita bisa mulai dari kita, dari yang kecil dan mulai saat ini.

Email Server Handal, Lengkap tapi juga Murah ? Studi Kasus Exchange+Zimbra

Banyak teman-teman yang hendak migrasi email server dari Microsoft Exchange Server ke platform open source yang terbentur pada masalah kompatibilitas fungsi. Fungsi-fungsi advanced yang ada di Exchange Server semacam push mail blackberry, dukungan pada IPhone dan fasilitas Scheduling & Calendar Sharing misalnya, jarang dipunyai oleh mail server open source. 3 mail server kelas enterprise open source yaitu Zimbra, Scalix dan Open-Xchange misalnya, memang menyediakan fasilitas tersebut namun fasilitasnya hanya ada pada versi komersil.

Lantas, apa yang harus dilakukan padahal kita ingin mengurangi biaya lisensi Exchange Server (termasuk biaya CAL, Client Access License dari Windows Server) namun juga tidak ingin boss-boss komplain karena BB atau IPhonenya tidak disupport oleh versi open source mail server pengganti ?

Jawabannya adalah Mixed Environment. Pada suatu organisasi biasanya tidak semua user membutuhkan semua feature yang disediakan oleh mail server. Dari 500 user misalnya, mungkin hanya 10 hingga 30 user yang membutuhkan fasilitas advanced baik dukungan push mail maupun fasilitas Scheduling & Calendaring. Sisanya lebih banyak yang pakai sekedar email POP3 dan SMTP. Kalaupun pakai fasilitas scheduling dan calendaring mereka masih bisa pakai desktop mail client semacam Zimbra Desktop.

Cara yang dilakukan adalah membuat 2 email server dengan nama domain yang sama. Email server pertama adalah email server kelas enterprise versi open source edition untuk sebagian besar pengguna sedangkan email server kedua adalah tetap Exchange Server atau malah diganti sekalian dengan email server open source kelas enterprise namun versi komersilnya yang memang memiliki feature setara.

Skema ini tidak terlalu sulit diimplementasikan namun mampu menekan biaya dalam jumlah besar. Dalam contoh kasus diatas, jangankan untuk 400 account, penghematan 100 account saja bisa menghemat biaya diatas 50 juta rupiah.

Implementasi skema diatas pada mixed environment antara Zimbra dengan Exchange (keduanya bisa diganti dengan formasi lain, misalnya Zimbra Komersil+Zimbra Open Source atau bisa juga Exchange+Scalix dll), bisa dilakukan dengan gambaran sebagai berikut (contoh menggunakan 30 account advanced menggunakan lisensi komersil Exchange dan 470 account standard menggunakan lisensi open source Zimbra) :

zimbra-exchange-mixed

Dalam formasi diatas, Zimbra saya posisikan sebagai Front-End Mail Server sekaligus sebagai mailbox bagi  470 standar account. Untuk menjadikan Zimbra sebagai Front-End Mail Server baca artikel saya : Tips Zimbra sebagai Front-End Mail Server. Jika diset sebagai Front-End Mail Server, Zimbra akan menyimpan email untuk account yang mailboxnya ada pada Zimbra sedangkan sisanya akan di forward ke mail server back-end (dalam hal ini Exchange Server).

Untuk Email server back-end, ia melakukan relay pengiriman email melalui email server Front-End, dalam hal ini Exchange merelay email ke Zimbra. Jika email tersebut diperuntukkan bagi domain yang sama, emailnya akan langsung dimasukkan ke mailbox namun jika tidak, email akan direlay ke internet.

Jika penggunaan 2 mailserver secara fisik dianggap boros, inilah saatnya mempertimbangkan penggunaan model mesin virtual alias virtualisasi. Jadikan saja si Zimbra sebagai host bagi Exchange sehingga Exchange berada didalam sistem operasi Zimbra. Email server yang dicadangkan bisa dijadikan sebagai mesin backup.

Bagaimana ? Mau mencobanya ?

Pertemuan Bulanan & Release Party openSUSE 11.2

openSUSE
openSUSE 11.2 secara resmi sudah dirilis pada tanggal 12 November 2009 dan previewnya sudah ditampilkan oleh Andi Sugandi & teman-teman Komunitas openSUSE Indonesia perwakilan wilayah Bandung pekan lalu. Untuk Jabotabek dan sekitarnya, openSUSE 11.2 release party akan dibarengi dengan pertemuan bulanan ke #19 yang rencananya akan dilakukan pada :

Hari/Tanggal : Minggu, 06 Desember 2009

Waktu : Pkl 09.00-14.00 WIB

Tempat : Resto Samikuring, Jl. Raya Industri Cikarang

Agenda pembahasan :

  1. openSUSE 11.2 Release Party
  2. Penggantian pengurus Komunitas openSUSE Indonesia
  3. Tips instalasi & konfigurasi software RAID pada openSUSE
  4. Setting openSUSE sebagai Router secara mudah dan cepat
  5. Tips Improvement Zimbra Mail Server
  6. Tips Integrasi Zimbra & Microsoft Exchange Server/Aplikasi Email Server lainnya
  7. Preview openSUSE Edu-Life

Bagi teman-teman yang hendak mendaftar untuk ikut acara ini silakan membaca pengumuman lengkapnya.

Terima kasih untuk mas Wisnu S Dewobroto dari Resto Samikuring ya mau menyediakan tempat yang bisa dipakai buat ngobrol secara santai sekaligus bisa buat ngenet sambil diskusi. Trims juga untuk penyiapan menu makan siangnya :-)

Blogshop Blogger Bekasi-Kompasiana di STMIK Bani Saleh

blogshop

Hari Sabtu, 14 November 2009 menjadi acara kumpul rekan-rekan pengurus Komunitas Blogger Bekasi (Be-Blog) di kampus almamater saya, STMIK Bani Saleh Bekasi. Maklum saja, Komunitas Blogger Bekasi punya hajatan mengadakan acara workshop mengenai blog bekerja sama dengan team dari Kompasiana, portal blog yang didedikasikan oleh Kompas Cyber Media bagi para pewarta warga alias citizen jurnalism.

Hubungan Komunitas Blogger Bekasi dengan Kompasiana sendiri cukup dekat karena kelahiran Komunitas Blogger Bekasi dibidani oleh Kompasiana serta mendapat dukungan penuh dari Kang Pepih Nugraha dan Iskandar Zulkarnaen, 2 orang Admin Kompasiana.

Saya datang ke acara blogshop ini bersama Zeze Vavai. Meski baru berumur 3 tahun 8 bulan ia sudah menjadi blogger Bekasi kok. Sedikit banyak saya deja vu juga datang ke STMIK Bani Saleh karena saya kuliah disana dari tahun 1996-1999 dan kemudian menjadi Assisten Lab Software 1999-2004. Disana juga saya bertemu dengan mamanya Zeze Vavai :-)

zeze-vavai-beblog

Acara workshop blog ini berlangsung meriah, ada sekitar 70 orang yang hadir dari target sebanyak 50 peserta. Acara workshop yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB ini menghadirkan beberapa pembicara gabungan dari be-blog dan Kompasiana. Pembicara pertama adalah mas Amril Taufik Gobel, salah satu blogger senior yang membawakan materi tentang “Menulis, Blogging dan Pergaulan Virtual”. Mas Amril yang berpengalaman luas di dunia blog ini menerangkan konsep dan benefit yang didapatkan dari kegiatan ngeblog. Bagi teman-teman yang membutuhkan materi presentasinya bisa melakukan download dari sini.

amril

Selepas mas Amril, materi presentasi dilanjutkan oleh mas Iskandar Zulkarnaen yang membawakan materi “Teknik Penulisan yang cepat dan efektif”. Mas Iskandar yang berpembawaan kalem mampu menarik minat para blogger yang sebagian adalah blogger pemula. Materi yang dibawakan mas Iskandar juga menarik bagi para blogger yang sudah cukup senior karena latar belakang mas Iskandar di dunia ngeblog yang bersentuhan dengan lingkungan jurnalistik di Kompas memberikan nilai tambah sendiri.

iskandarjet-presentasi

Setelah mas Iskandar memberikan presentasi, acara blogshop diseling dengan acara Ishoma (istirahat, shalat dan makan). Pada sesi inlah peran Mas Wisnu S Dewobroto dari restoran SamiKuring memberikan pelayanan yang luar biasa. Mas Wisnu yang juga fotografer handal ini memberikan diskon khusus untuk Be-Blog dan menyediakan makanan Prasmanan yang dalam sekejap langsung ludes hingga ke piring-piringnya (maling kali ah segala bawa piring :-D ). Sesuatu yang wajar karena saya saja yang biasanya diet dengan sangat terpaksa mencicipi hingga 1 piring penuh, hehehe… Thanks berat mas Wisnu, jangan kapok ya, malah kalau bisa sering-sering :-D

Sesi kedua blogshop dimulai oleh Yulyanto, Blogger Bekasi sekaligus Admin tidak resmi di Kompasiana yang kabarnya dicari-cari Polisi terkait kasus perseteruan Cicak & Buaya. Beruntung bagi mas Yul karena ia sempat mengganti namanya dari Yulianto menjadi Yuly (ngarang :-P ) sehingga ia terhindar dari kehebohan yang tidak perlu. Sebagai seorang penikmat segala hal yang gratis-gratis, mas Yul sangat tepat membawakan materi tentang “Teknik Pembuatan Blog Gratisan”. Dengan materi presentasi yang ciamik dan rapi, mas Yul ngebut dalam memberikan materi yang menarik para peserta blogshop karena memang dibawakan secara komprehensip dan dilengkapi dengan contoh-contoh tampilan. Penampilan gemilang mas Yul didukung pula oleh operator laptop presentasi yang tak lain dan tak bukan adalah Vavai, alias saya sendiri, hihihi…

yulyanto

Setelah mas Yul menyelesaikan tugasnya, tibalah giliran saya memberikan materi mengenai blog berbayar. Saya membuka presentasi dengan kejadian lucu di kantor Cicak beberapa waktu yang lalu saat saya selesai memberikan presentasi mengenai migrasi sistem. Saat itu ada salah seorang staff di kantor Cicak yang bertanya : “Mas, kalau misalnya pakai openSUSE bisa nggak ya ?”, tanyanya terkait dengan penjelasan saya mengenai migrasi sistem yang menggunakan distro Linux Ubuntu. Tentu saja saya jawab bisa,

“Tentu saja bisa mas. Saya juga pakai openSUSE kok…”

Mendengar saya menggunakan openSUSE, ia bertanya lagi, “Wah, kalau pakai openSUSE berarti kenal sama yang namanya Vavai dong…” :-P . Jiah, jadi dia pikir mungkin saya ini si Zeze :-D .

vavai

Kejadian itu saya jadikan ilustrasi bahwa blog bisa menjadi branding dan portofolio pribadi. Tentu bukan berarti saya identik dengan Geeko si maskot openSUSE melainkan karena saya sering menulis tentang openSUSE, ada kemungkinan orang lebih mengenal saya melalui apa-apa yang saya tuliskan.

vavai-operator

Penjelasan saya berikutnya mengurai perbedaan antara blog gratisan dengan blog berbayar, keuntungan dan kerugian blog berbayar hingga tips memilih domain dan hosting. Tak lupa saya mencontohkan cara-cara dan prosedur membangun blog berbayar yang kemudian saya akhiri dengan pertanyaan dan kesimpulan pamungkas : Kapan kita membutuhkan blog berbayar ?

Selepas saya sebagai pemberi materi terakhir, Mbak Ajeng memberikan pengumuman resmi mengenai lomba artikel blog dan photo blog yang digagas oleh Walikota Bekasi pada saat acara launching Be-Blog 17 Oktober 2009 yang lalu, yang berhadiah total sebesar Rp. 45 juta rupiah. Detail mengenai lomba ini akan saya tuliskan dalam posting terpisah.

Acara berakhir menjelang pukul 17.00 WIB diakhiri dengan acara foto bersama di halaman Kampus STMIK Bani Saleh Bekasi.

Sukses untuk seluruh panitia, pihak STMIK Bani Saleh dan seluruh peserta yang meramaikan acara blogshop ini. Thanks berat buat Dhodie & Pakde Eko Eshape untuk foto-fotonya yang ciamik.

Link terkait :

  1. Foto-foto Jepretan Dodie Mulyana
  2. Foto-foto Jepretan mas Eko Eshape
  3. Sukses, Penyelenggaraan Blogshop Kompasiana bersama Blogger Bekasi
  4. Kompasiana Masuk TPI dan Metro TV

Bandung openSUSE 11.2 Relase Party and Workshops

Come and join us! :)

Update: There will be another presentation about Wine by Alam Aby Bashit tomorrow, so don’t miss it!

For the lucky one, we have free (KDE and GNOME) Live CDs (both x86, and x86_64 architectures), DVD openSUSE 11.2 installer and also goodies from our sponsor.

We’re crazy huh! There are four presentations in a (release party) day! :P

Have a lot of fun! ;)

Rilis Terbaru Distro Linux openSUSE : openSUSE 11.2

opensuseSetelah menunggu beberapa tahapan milestone dan release candidate, openSUSE 11.2 secara resmi dirilis pada tanggal 12 November 2009. openSUSE 11.2 merupakan hasil pertama dari perubahan siklus pembuatan selama 8 bulan. openSUSE versi sebelumnya dirilis dalam proses development 6 bulan. Perubahan waktu & fase pembuatan ini diharapkan dapat memberikan kualitas yang teruji, yang terbukti dengan banyaknya respon positif selama versi milestone dan release candidate.

Perubahan mendasar terdapat pada penggunaan versi stabil dari desktop GNOME, KDE, XFCE dan berbagai update pada aplikasi perkantoran OpenOffice.org, browser Firefox (kini menjadi default dan terintegrasi dengan KDE), penggunaan kernel terbaru 2.6.31 dan perubahan mendasar pada themes yang didominasi warna kuning kehijauan yang terdapat pada KDE 4.3. Screenshot tampilan dapat dilihat melalui halaman screenshots.

Apa saja sih perubahan-perubahan dan perbaikan yang dilakukan pada openSUSE 11.2. Mari kita lihat satu persatu :

openSUSE Desktop

Mulai openSUSE 11.2, KDE secara default menjadi pilihan instalasi desktop. Meski demikian, terdapat opsi untuk memilih desktop environment lain semacam GNOME dan XFCE, termasuk pilihan instalasi minimal XWindows dan instalasi Text Mode yang umum dipakai untuk keperluan server. Versi LiveCD juga tersedia untuk openSUSE berbasis KDE atau openSUSE berbasis GNOME dengan opsi tambahan openSUSE LiveCD berbasis LXDE (dibangun menggunakan tools remastering SUSE Studio).

Feature-feature utama KDE 4.3 yang terdapat pada openSUSE 11.2 dapat dibaca pada artikel “Sneak Peeks at openSUSE 11.2: KDE 4.3 Experience, with Luboš Lu?ák” sedangkan untuk GNOME dapat dibaca pada artikel “Sneak Peak at openSUSE 11.2 : GNOME 2.28″

Perbaikan pada KDE mencakup update pada KNetworkManager yang tampil lebih baik dan integrasi Firefox dan OpenOffice, termasuk peningkatan kompatibilitas antara OpenOffice.org 3.1 dengan Microsoft Office serta feature tracking, collaboration pada OpenOffice Writer. Dukungan pada layanan Social networking dipenuhi melalui aplikasi Gwibber, dan Choqok.

openSUSE 11.2 juga menyediakan hybrid iso, yang dapat digunakan untuk instalasi melalui CD/DVD ROM dan dapat dijadikan sebagai media instalasi berbasis USB dengan satu langkah mudah.

Tidak ketinggalan adalah dukungan openSUSE 11.2 pada netbooks sehingga penggunaanya jauh lebih ringan dan cepat.

Sebagai salah satu distro yang terkenal dengan pengaturan dan manajemen sistem yang baik melalui tools YAST, untuk pertama kalinya openSUSE 11.2 juga menyediakan fasilitas manajemen sistem melalui web menggunakan YAST versi web. Tambahan feature ini membuat penanganan sistem menjadi lebih terintegrasi

Media and Download

openSUSE versi ISO kini sudah dapat didownload pada server utama maupun server mirror, termasuk server mirror di Indonesia. Pilihan download tersedia dalam berbagai bentuk, antara lain :

  • openSUSE 11.2 Installable DVD 32-bit
  • openSUSE 11.2 Installable DVD 64-bit
  • openSUSE 11.2 GNOME 32-bit Live CD
  • openSUSE 11.2 GNOME 64-bit Live CD
  • openSUSE 11.2 KDE 32-bit Live CD
  • openSUSE 11.2 KDE 64-bit Live CD

Booting openSUSE 11.2 dari USB Flash Disk :

  1. Siapkan Flash Disk, backup datanya karena akan dikosongkan
  2. Download LiveCD ISO diatas
  3. Buka konsole, masuk sebagai root dengan perintah su
  4. Check posisi Flash Disk dengan perintah fdisk -l (misalnya diketahui Flash Disk ada di /dev/sdc)
  5. Gunakan perintah berikut untuk membuat LiveUSB :
dd if=image.iso of=/dev/sdX bs=4M

Alamat Download :
  1. Mirror Utama Komunitas openSUSE Indonesia : http://mirror1.opensuse.or.id/distribution/11.2/iso/
  2. Mirror Kambing-Universitas Indonesia : ftp://kambing.ui.ac.id/iso/opensuse/11.2/iso/

openSUSE Ambassador, Neighborhood and Contribution to local LUG

Image:LocalUserGroup.png

I’ve joined to the local LUG (KLuB, Klub Linux Bandung) since it held new board election in RMS’s event at (Aula Barat) ITB in 2004. That was my first step to begin contributing to the community. Spreading GNU/Linux to other (heterogenous) community, and finally took participant (led by Vavai) on building Indonesian openSUSE Community (openSUSE-Id) 3 years latter.

[openSUSE community members location, November 2009]

I’m now joining openSUSE Ambassador that has fun impact on how to contribute to larger community more seriously. Taking more time for it, and how to be an gentleman and be a wise man to other Linux distribution community on local LUG.

So helping my neighbor’s party (thanks to KLuBers and Blender Indonesia Army) is a good deal as a consequences to contribute to local LUG (and also celebrating Nu Substance Festival 2009: Resonance), and as a gentleman guy to be part of openSUSE Ambassador. Have fun with the party brothers, because we’re going to have one this week too.

Keep good work and be more seriously contributing to the community, otherwise.. You should change job!

slide 29

;)

Neighborhoo

Improvement Anti Spam Zimbra

anti-spamBeberapa malam yang lalu saya sempat midnight show di salah satu gedung lembaga negara sampai sekitar pukul 12 malam gara-gara ada hiburan yang datang dari Rusia. Hiburan itu dalam bentuk serbuan spam yang datang bergelombang menghantam mail server Zimbra sejak pagi hingga malam hari.

Mail server Zimbra yang diserang spam difungsikan sebagai anti spam, anti virus dan front-end mail server. Secara normal biasanya hanya ada ratusan email yang masuk kedalam queue email yang sedang diproses namun kemarin mendadak ada belasan ribu email yang antri di queue email sehingga mengganggu trafik incoming & outgoing email. Sebagian besar email yang masuk merupakan email palsu dengan domain .ru. Besar log yang digunakan untuk mencatat pergerakan email ini biasanya rata-rata berukuran beberapa MB atau puluh MB saja namun kemarin mendadak loncat hingga mencapai lebih dari 1 GB.

Pengecekan log yang saya lakukan menunjukkan IP SMTP server yang digunakan oleh spammer berbeda-beda, kemungkinan besar menggunakan anonymous proxy sehingga blocking IP agak sulit dilakukan. Berikut adalah beberapa hal yang saya lakukan baik sebelum serangan dilakukan maupun sesudahnya :

  1. Menurunkan Level Kill & Tag Score untuk Spam dan Virus. Sebelumnya score default untuk kill spam adalah 75%, diturunkan menjadi 55% sedangkan untuk tagging adalah 33%. Score default SpamAssasin adalah 20 jadi 55% equivalen dengan score 11 dan 33% equivalen dengan jumlah score 6.6. Jika score spam lebih dari atau sama dengan 6.6 maka akan ditag sebagai spam sedangkan jika score Spam Assasin lebih dari atau sama dengan 11 maka email langsung di kill dan tidak masuk ke junk inbox. Konfigurasi ini diset melalui menu Zimbra Admin | Global Setting | AS/AV. Tidak menutup kemungkinan score ini saya turunkan agar lebih ampuh dalam membasmi spam
  2. Mengaktifkan RBLs Check. Layanan blacklist IP yang saya gunakan antara lain : b.barracudacentral.org, zen.spamhaus.org, dnsbl.njabl.org, dnsbl.ahbl.org, cbl.abuseat.org dan bl.spamcop.net. Daftar tersebut dimasukkan melalui menu Zimbra Admin | Global Setting | MTA
  3. Mengaktifkan Fasilitas Blacklist/White List. Langkah-langkahnya bisa dibaca disini : http://wiki.zimbra.com/index.php?title=Improving_Anti-spam_system#Domain_white.2Fblack_list
  4. Slow Down Koneksi Concurrent. Spammer biasanya mengirimkan email dalam jumlah yang besar dan membuka koneksi dalam jumlah banyak diwaktu yang bersamaan. Hal ini bisa membuat mail server sangat sibuk dan terpaksa menggunakan sumber daya yang besar untuk mengantisipasinya. Postfix yang menjadi engine Zimbra secara default memperbolehkan koneksi concurrent sebanyak 20-30 koneksi. Saya mengubahnya menjadi 2-3 koneksi dengan perintah sebagai berikut :
    su - zimbra
    postconf -e 'smtpd_hard_error_limit = 3'
    postconf -e 'smtpd_soft_error_limit = 2'
    exit
    su
    cd /opt/zimbra/postfix/sbin
    ./postfix stop
    ./postfix start
    
  5. Memastikan Setup IP-IP pada Isian Trusted Network. Hal ini bisa dilakukan melalui menu Zimbra Admin | Server pada tab MTA. Trusted network saya set agar hanya menerima IP mail server tertentu mengingat posisi Zimbra adalah front-end mail server.
  6. Mengaktifkan plugin SPF, Pyzor dan Razor. Hal ini bisa dengan mudah diinstall pada openSUSE mengingat softwarenya tersedia secara online melalui http://software.opensuse.org/search sehingga saya tidak perlu melakukan instalasi secara manual

Selain 6 hal diatas saya juga mengecek ulang port-port yang kemungkinan masih terbuka dan menonaktifkan service-service yang tidak urgent. Alhamdulillah setelah beberapa saat queue bisa dibersihkan dari spam-spam yang mengganggu dan kembali normal hingga saat ini. Meski sudah normal saya tetap mengeceknya secara berkala agar tidak ada celah yang memungkinkan terulangnya kejadian yang sama.

Wah, Ubuntu Ternyata Mudah Bagi Pemula Linux


Screenshoot

Hari Jumat (30/10) kemarin saya download Ubuntu linux versi terbaru 9.10 yang diberi nama Karmic Koala di kampus Elektro ITS Surabaya. Download berlangsung sukses, meski awalnya saya kurang yakin lantaran pada saat itu trafic download Ubuntu versi terbaru cukup tinggi. Setelah selesai kemudian langsung saya coba di VMware, waduh ternyata tidak bisa jalan sesuai yang saya inginkan :-( . Sempat kecewa dan berfikir juga bahwa apa yang saya download itu tidak berhasil alias korup.

Esok harinya, pasca pulang dari Sempu (sebuah pulau kecil bagian selatan terluar di Malang), malam hari hampir jam 12 malam, saya mencobanya menginstall di notebook. Sambil mengantuk dan sesekali tertidur karena masih capek, akhirnya proses instalasi berhasil, meski awalnya agak pesisimis mengingat di VMware saja tidak bisa melakukan instalasi.

Hari ini, Minggu (1/11), saya coba melanjutkan keingintahuan saya mencoba keunggulan Ubuntu Karmic Koala di kantor, Antara Biro Jatim. Alhamdulillah, semuanya cukup lancar. Kebutuhan pokok yang sering dipakai oleh pengguna notebook, yaitu wireless langsung terdeteksi dengan baik. Dengan demikian saya bisa melanjutkan pencarian plugin-plugin utama lain, yang sering dibutuhkan oleh pengguna komputer, diantaranya plugin MP3 dan Video codec serta flash player browser.

Semua plugin yang dibutuhkan sangat mudah mencarinya. Karena pengguna Ubuntu yang masih baru, saya melakukan pencarian itu melalui System -> Administration -> Software Sources.

Dari menu listbox “Download from” saya memilih other dan download server dari Indonesia, mengingat berada di Indonesia, saya pikir akan bisa cepat jika download dari server Indonesia. Setelah melakukan reload saya masuk ke Synaptic Package Manager dan mencari plugin-plugin yang dibutuhkan dengan mudah. Wah, ternyata Ubuntu semakin user-friendly :-) .

Sambil menunggu openSUSE 11.2 yang akan rilis kurang dari dua minggu lagi, tidak ada jeleknya jika saya mencoba keunggulan dan kelebihan Ubuntu 9.10 Karmic Koala yang berani bersaing dengan Windows 7 ini :-D .

Linux vs Windows, Siapakah Pemenangnya ?


Linux vs Windows

Beberapa bulan yang lalu Microsof resmi meluncurkan produk Operating System (OS) terbaru mereka, Windows 7. OS ini diklaim lebih baik dari produk pendahulunya, Windows Vista. Bagi teman-teman mungkin sudah banyak yang mengetahui atau bahkan telah mencoba OS terbaru milik Bill Gates tersebut meski bukan original alias bajakan :-D .

Kemunculan produk terbaru milik orang terkaya di dunia tersebut diiringi dengan munculnya OS-OS baru yang free dan bahkan fitur-fiturnya tidak kalah dengan produk berbayar (propietary), yaitu linux. Sistem Operasi sumber terbuka yang rilis pasca munculnya produk milik Bill Gates ini seolah menjadi tamparan bagi Microsoft, yang mana saat ini mereka sedang gencar-gencarnya mempromosikan produk terbaru mereka. Beberapa linux yang rilis dalam waktu dekat ini antara lain adalah Ubuntu yang rilis kemarin (29/10), dan kurang dari dua minggu lagi openSUSE, serta produk-produk open source yang lain.

Secara resmi Ubuntu 9.10 yang diberi nama Karmic Koala hari ini dirilis, sesuai jadwal rilis setiap 6 bulan sekali. Menurut Jane Silbar, Canonical Chief Operating Officer, sebuah perusahaan yang mengembangkan Ubuntu, seperti dikutip dari Kompas.com, ia berkata bahwa Ubuntu memberikan lebih banyak alasan bagi pengguna yang akan menggunakan Linux sebagai pilihan sistem operasi. Mereka menyediakan platform untuk user yang menginginkan sebuah sistem operasi yang mudah digunakan, layar besar, dan sesuai untuk web.

Kurang dari dua minggu lagi, tepatnya tanggal 12 November 2009, openSUSE 11.2 juga akan diluncurkan. openSUSE 11.2 akan datang dengan versi kernel terbaru dari Linux, yaitu kernel 2.6.31, dan sistem file openSUSE akan dialihkan ke Ext4, yang lebih baik. Keterangan selanjutnya bisa dibaca di http://en.opensuse.org/OpenSUSE_11.2.

Selamat kepada para pengguna Ubuntu dan komunitasnya dengan rilis terbaru, serta selamat menunggu produk terbaru openSUSE 11.2 yang akan diluncurkan tanggal 12 November nanti. Mampukah produk open source ini menandingi produk propietary ? Kita lihat saja aksinya :-) .